Selamat Datang
Selamat datang di website Komunitas Siaga Bencana di Indonesia. Website ini berisi Kerangka Kerja dan Instrumen untuk mengukur tingkat kesiagaan dalam menghadapi bencana.
Sosialisasi Siaga Bencana
Seorang fasilitator sedang memberikan pelatihan simulasi siaga bencana jika terjadi gempa di SDN Bawuran, Bantul, Yogyakarta, belum lama ini. Dua puluh lima dari 33 provinsi di Indonesia ternyata berada di kawasan gempa. Masing-masing kawasan itu, terkepung beberapa lempengan tektonis, di antaranya lempeng Euro-Asia dan lempeng Australia-India. Kedua lempeng inilah yang menjadi pemicu bencana Tsunami Aceh (26/12/04), gempa Yogyakarta (27/05/06), tsunami selatan Jawa (17/07/06), dan gempa Selat Sunda (19/07/06).
Kongres Nasional Rakyat Sadar Bencana
Masyarakat yang tergabung dalam Paguyuban Korban Gempa Yogyakarta akan menyelenggarakan Kongres Nasional Rakyat Sadar Bencana pada tanggal 29 November 2006 sampai 2 Desember 2006. Kongres yang mengangkat tema “Merajut Sadar Bencana Dari Kultur Hingga Struktur” itu akan dihadiri oleh tidak kurang dari 600-an peserta dari seluruh Indonesia. Kongres akan berlangsung di Yogyakarta dan rencananya akan dibuka oleh Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubuwono X.
Desa Siaga Dikembangkan Ke Seluruh Indonesia
Menurut rencana Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan menyerukan dikembangkan Desa Siaga di seluruh Wilayah Indonesia pada Desember 2006 di Kab. Lumajang Jawa Timur menandai puncak peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-42. Dipilihnya Kab. Lumajang sebagai tempat diselenggarakan puncak peringatan HKN, karena Lumajang telah berhasil mempelopori berkembangnya Desa Siaga melalui Gerakan Membangun Masyarakat Desa (Gerbangmas). Demikian Menteri Kesehatan Dr. Siti Fadilah Supari, Sp. JP (K) pada apel bendera memperingati HKN ke-42 tanggal 13 November 2006 di halaman upacara Depkes Jakarta yang diikuti pejabat dan karyawan Depkes RI.
Kegiatan Pengurangan Risiko Bencana Di Sekolah Harus Berkelanjutan
Padatnya kurikulum pendidikan nasional tidak boleh kita jadikan alasan untuk tidak melakukan kegiatan pengurangan risiko bencana di sekolah secara berkelanjutan. Pembelajaran tentang pengurangan risiko bencana di sekolah-sekolah bisa disiasati dengan memasukkan materi itu ke dalam materi-materi muatan lokal. Demikian salah satu pandangan yang mengemuka dalam acara Workshop Hari Pengurangan Risiko Bencana 2006 di Jakarta, hari ini (11/10).
Informati Terkini Berbagai Bencana di Indonesia (Edisi Oktober 2006)
Buletin informasi bencana terkini di Indonesia Volume 02 (II)/Senin, 2 Oktober 2006 (15.00 WIB). Meliputi Paska gempa Yogyakarta dan beberapa berita lainnya.
LIPI Siap Dengan Rencana Aksi Pendidikan Publik Dan Kesiagaan Bencana Berbasis Masyarakat Dalam Sistem Peringatan Bencana Nasion
Informasi Terkini Berbagai Bencana Di Indonesia
Kumpulan informasi berbagai bencana yang terjadi di Indonesia Volume 82/Senin, 4 September 2006 (15.00 WIB). Informasi ini diterbitkan oleh Masyarakat Penanggulangan Bencana Indonesia (MPBI).
LIPI Siapkan Anak SD Al Azhar I Jakarta Antisipasi Bencana
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) telah menyelenggarakan Sosialisasi dan Simulasi Pemahaman Proses Alam dan Kesiapsiagaan Bencana pada tanggal 1 –dan 2 Agustus 2006 di Sekolah Dasar Al Azhar I Jakarta. Pemahaman kesiapsiagaan bencana di sekolah harus diberikan ke seluruh warga sekolah, tidak bisa salah satu unsur saja. Pemilihan tempat untuk kegiatan ini atas dasar permintaan dari SD Al-Azhar I kepada LIPI.
Jenis Tsunami di Selatan Pulau Jawa Sangat Berbahaya
Dr. Teruyuki Kato, professor dari Institute Riset Gempabumi University of Tokyo, menduga jenis tsunami yang melanda pantai selatan Pulau Jawa merupakan jenis gempa bumi tsunami (Tsunami Earthquake). "Ada beberapa kasus, ketika gempa bumi tidak terlalu besar tetapi terjadi tsunami, ini yang dikenal sebagai gempabumi tsunami", katanya di Bandung, Senin sore.



